Tendik

You tube YMIK

http://www.sch-id.net/admin/galeri/f3335_youtubeymik.png

Buku Tamu






SUPPORT ADMIN
Status YM

Gallery Foto

Kalender

animasi bergerak gif
Terima Kasih UNAIR!

Like Facebook Kami

Statistik

Flag Counter

Mars YMIK

Visitor


counters

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa [LDKS] OSIS SMP YMIK 2016-2017

Oleh Admin

Kepemimpinan merupakan suatu kiat atau kewibawaan yan mampu menggerakan orang lain, baik secara perseorangan maupun kelompok di dalam suatu organisasi sehingga menimbulkan kemauan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan organisasi.
Kepemimpinan meliputi berbagai dimensi, dan berfungsi sebagai salah satu piranti penggerak, motor atau motivator sumber daya yang ada dalam organisasi, sehingga peran kepemimpinan diharapkan mampu mendinamisasikan organisasi dalam mencapai tujuan.

Demikian pula halnya dengan kepengurusan OSIS yang berperan sebagai salah satu jalur pembinaan siswa harus mampu mewujudkan tugas pokok dan fungsinya, kemauan dan kemampuan para pelaku kepemimpinan OSIS hanya dapat berperan dengan sebaik-baiknya apabila secara teratur,terencana dan berkesinambungan dilaksanakan pembinaan dan pengembangan bagi para pelaku kepemimpinan tersebut.
“Latihan Dasar Kepemimpinan” bagi siswa pengurus OSIS, merupakan salah satu jalur pembinaan generasi muda yang difokuskan pada kompetensi individu dimana kader-kader penerus perjuangan bangsa bukan hanya slogan “Pemuda Harapan Bangsa”.

4 Mei 2016, Selamat Hari Pemadam Kebakaran Sedunia

Oleh Admin

hari pemadam kebakaran

 

[Jakarta], 4 Mei 2016

"Selamat Hari Pemadam Kebakaran Sedunia"

International Firefighters’ Day (IFFD) diperingati setiap tanggal 4 Mei. Sebelumnya usulan ini dikirimkan melalui email ke seluruh dunia pada tanggal 4 Januari 1999 untuk mengenang empat orang pemadam kebakaran yang bernasib tragis saat mencoba memadamkan kebakaran hebat di Australia. Tanggal 4 Mei diperingati sebagai Firefighters’ Day dibanyak negara Eropa.

Hari Pemadam Kebakaran Internasional ‘(IFFD) adalah waktu di mana masyarakat dunia dapat mengenali dan menghormati pengorbanan yang petugas pemadam kebakaran membuat untuk memastikan bahwa masyarakat dan lingkungan mereka seaman mungkin. Ini juga merupakan hari di mana petugas pemadam kebakaran saat ini dan masa lalu dapat mengucapkan terima kasih atas kontribusi mereka.

Hari Pemadam Kebakaran Internasional ‘diamati setiap tahun pada 4 Mei. Pada tanggal ini Anda diajak untuk mengingat masa lalu petugas pemadam kebakaran yang telah meninggal saat melayani masyarakat kita atau mendedikasikan hidup mereka untuk melindungi keselamatan kita semua. Pada saat yang sama, kita dapat menunjukkan dukungan dan penghargaan kepada dunia luas petugas pemadam kebakaran yang terus melindungi kita dengan baik sepanjang tahun.

Dengan bangga mengenakan dan menampilkan pita biru dan merah disematkan bersama-sama atau dengan berpartisipasi dalam acara peringatan atau pengakuan, kita dapat menunjukkan rasa terima kasih kami kepada petugas pemadam kebakaran di mana-mana.

The IFFD pita terkait dengan warna simbolik dari unsur-unsur utama petugas pemadam kebakaran bekerja dengan – merah untuk kebakaran dan biru untuk air. Warna-warna ini juga diakui secara internasional sebagai mewakili layanan darurat.

Petugas pemadam kebakaran mendedikasikan hidup mereka untuk perlindungan kehidupan dan properti. Kadang-kadang dedikasi yang dalam bentuk jam yang tak terhitung secara sukarela selama bertahun-tahun, di lain itu adalah bertahun-tahun tanpa pamrih bekerja di industri. Dalam semua kasus itu risiko pengorbanan akhir dari kehidupan pemadam kebakaran.

Sumber : Koran Makassar

3 Mei 2016, Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia

Oleh Admin

 

[Jakarta], 3 Mei 2016

" Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia "

Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia (World Press Freedom Day) yang jatuh di setiap 3 Mei merupakan momentum bagi jurnalis, perusahaan media, pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk merefleksikan kembali praktik kebebasan pers dan independensi media di Indonesia, sebagai prasyarat sebuah negara yang demokratis.

Dimana sekarang ini dunia lagi merayakan hari kebebasan pers internasional, yang berbeda soal penetapan harinya di Indonesia. Indonesia sendiri, merayakan hari pers pada 9 Februari. Walaupun, sebetulnya penetapan hari pers nasional, menurut adanya Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985, yang menjadi sebuah dasar pada penetapan Hari Pers Nasional itu pun masih, sampai sekarang menjadi gugatan dari banyak pihak, karena mereka beranggapan hal itu bukanlah sebuah momentum dari perjuangan pers bangsa Indonesia.

9 Februari ditetapkan sebagai hari pers nasional, bukan pada 3 mei Di tambah lahirnya penetapan tersebut, karena beralasan akan disamakan dengan hari lahirnya PWI atau Persatuan Wartawan Indonesia, 9 Februari 1946, padahal PWI sendiri bukan sebagai organisasi wartawan paling pertama di Indonesia. Penetapan 9 Februari sebagai hari pers adalah bermuncul saat adanya beberapa tokoh orde baru, Harmoko, yang waktu itu ia menjabat selaku ketua PWI Pusat.

Menurut pakar sejarah, massa Orde baru yang dipimpin Presiden Soeharto terkenal sepanjang sejarah bukanlah massa atau rejim dengan kebebasan pers yang baik dan independen, jadi keputusan itu dinilai oleh banyak pakar terlalu banyak kepentingan politis. Tetapi, disamping banyaknya perdebatan tentang sejarah hari pers di Indonesia, dunia internasional tetap merayakan momentum kebebasan pers sedunia yang jatuh pada hari ini, 3 Mei 2016.

3 Mei 2016, Selamat Hari Surya

Oleh Admin

[Jakarta], 3 Mei 2016

Selamat Hari Surya

hari penting secara internasional menyatakan 3 Mei adalah hari surya atau hari matahari. Saya belum menemukan sejarah mengapa hari surya ditetapkan pada tanggal tersebut. Yang pasti saya tidak dan belum menemukan informasi adanya masyarakat di tanah air memperingati hari surya.

Matahari adalah sumber energi bagi kehidupan. Matahari memiliki banyak manfaat dan peran yang sangat penting bagi kehidupan seperti: Panas Matahari memberikan suhu yang pas untuk kelangsungan hidup organisme di Bumi.

Betapa pentingnya peran matahari ini bagi kehidupan kita di bumi ini. Namun sangat disayangkan surya atau matahari ini dilupakan oleh kita untuk diperingati. Matahari dapat diberdayakan sebagai sumber energi bagi kita terlebih kita yang ada di kawasan garis katulistiwa. Mengapa energi surya ini belum di lirik pemerintah untuk dijadikan sumber energi listrik? Sejauh mana kajian ilmiah memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi dalam menggerakkan mesin mobil

Saya sempat membaca buku karangan Morris Neiburger dkk (1982).berjudul Memahami lingkungan atmosfir kita, menyatakan bahwa matahari merupakan reaktor nuklir raksasa. Olehnya, potensi ini dapat dijadikan acuan para ahli untuk memanfaatkan sinar matahari ini sebagai kekuatan untuk menggerakkan sesuatu mesin tertentu bagi industri-industri raksasa. Ini dapat menjadi dasar pemikiran para ahli untuk pemberdayaan potensi bagi kegiatan industri di tanah air. Nah, tulisan ini hanya sekedar mengingatkan bahwa hari surya 3 Mei seyogyanya kita peringati dan dijadikan momentum dalam pemebrdayaan tenaga matahari ini bagi kehidupan manusia khususnya dalam pengadaan energi listrik. Semoga bermanfaat. Selamat memperingati hari surya.

Sumber : kompasiana.com

Upacara Hardiknas 2016 "Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita"

Oleh Admin

Jakarta (Humas SMP YMIK) - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei.Pada Tahun 2016 ini dilangsungkan selama satu bulan penuh yang diisi dengan berbagai agenda kegiatan.Sehingga bulan Mei disebut bulan Pendidikan dan Kebudayaan.Hal ini seperti yang disampaikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Bpk. Anies Baswedan, Ph. D pada pidato Hari Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei 2016, yang mengambil tema “Nyalakan Pelita Terangkan Cita – Cita”.

Tema Hardiknas 2016,”Nyalakan Pelita Terangkan Cita – Cita”, diangkat dari sebuah harapan besar dan mulia, yang selama ini ada di pundak pendidikan bangsa. Karena kejayaan dan keberlangsungan bangsa ditopang oleh ketersediaan sumber daya manusia yang bermutu tinggi, tanggap, dan handal dalam menjawab berbagai tantangan perubahan zaman. Makna dari tema Hardiknas ini dapat dimaknai juga sebagai bentuk arahan kepada setiap generasi bangsa, agar mau dan mampu menangkap berbagai peluang dalam rangka peningkatan mutu mereka masing – masing sebagai individu yang terdidik dan tercerahkan.
 
Memasuki era masyarakat global, berbagai tantangan perlu disikapi dengan kritis dan kreatif oleh kita yang menjadi bagian di dalamnya. Terlebih tanggung jawab ini menuntut dunia pendidikan agar mempersiapkan para peserta didik demi mendapatkan berbagai keterampilan utuh yang diperlukan oleh anak – anak Indonesia di abad 21, yang mencakup ; kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.
Kualitas karakter yang perlu dikembangkan saat ini adalah karakter moral dan karakter kinerja. Menagpa karakter ini menjadi hal yang perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan ? Karena melalui pendidikan, maka wajah bangsa ini akan diukir. Dan saat ini, permasalahan – permasalahan yang timbul mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas sebenarnya mengakar pada masalah karakter individunya yang kurang kuat. Misalnya, terjadi berbagai kasus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh masyarakat (pencurian, perjudian, pembunuhan,dst), atau maraknya kasus manipulasi data yang berujung pada tindak pidana korupsi oleh para pejabat, semata – mata bukan disebabkan karena adanya peluang untuk melakukan tindakan, tetapi lebih disebabkan karena lunturnya karakter itu sendiri. Saat ini, dengan adanya perkembangan yang sangat pesat di bidang teknologi, arus informasi menjadi semakin global dan cepat menyebar. Maraknya tayangan di berbagai media, yang akhirnya hanya menjadi sebuah tontonan tapi miskin tuntunan, sedikit banyaknya tentu mempengaruhi karakter moral secara individu maupun kolektif bangsa.
Kualitas kinerja menjadi sebuah tantangan tersendiri di era global ini. Karena persaingan yang dihadapi para generasi penerus bangsa, bukan lagi berskala lokal dan nasional, namun juga internasional. Selama ini banyak sektor vital di negeri ini yang didominasi oleh tenaga ahli dari luar negeri, apalagi sekarang pekerja kasar dari luar negeri pun menyeruak masuk ke Indonesia. Dapat dibayangkan, jika pada akhirnya generasi bangsa Indonesia semakin tenggelam dan kehilangan jati diri. Revolusi mental sangat diperlukan untuk merombak kebiasaan – kebiasaan lama yang kurang baik. Kerja keras, rasa ingin tahu, tekun, tangguh, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan adalah beberapa indikator dalam kualitas kinerja. Sehingga diharapkan benar – benar ada singkronisasi antara kualitas moral dan kualitas kinerja. Hal berikutnya, yang juga menjadi perlu dikembangkan dalam rangka memberikan keterampilan utuh pada anak – anak di abad 21 adalah pengembangan literasi, yang bukan hanya mencakup baca, tulis, dan hitung. Tetapi juga literasi teknologi, sains, financial, dan budaya. Khusus untuk dunia pendidikan, pengembangan literasi teknologi menjadi fokus utama. Para pendidik perlu membekali diri mereka terlebih dahulu dengan salah satu kompetensi profesional, yaitu mahir dalam menggunakan alat – alat teknologi untuk menunjang pembelajaran. Berbagai kegiatan pelatihan dan seminar pemanfaatan multi media dalam pembelajaran, perlu ditingkatkan lagi dan menyebar di semua jenjang sekolah, agar sejak dini, peserta didik mengenal dan memahami teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan mereka sehari – hari. Sehingga generasi abad 21 ini sudah bukan lagi generasi yang gagap teknologi (gaptek).

 
Dari segi kompetensi, menurut Mendikbud, kompetensi yang perlu dikembangkan adalah kemampuan kreativitas, berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi, serta kolaborasi. Semua kompetensi ini sangat dibutuhkan oleh anak – anak di abad 21 untuk menjawab berbagai permasalahan dalam kehidupan mereka. Kita saat ini tidak dapat lagi melihat ke belakang, apa yang sudah pernah terjadi dalam kehidupan kita. Tetapi kita masih bisa melihat jauh ke depan, di mana masa depan bangsa ini berada. Sehingga memang, kita perlu menyadari tugas dan tanggung jawab dalam memberikan berbagai keterampilan utuh pada anak – anak. Disadari atau tidak, saat ini anak – anak cenderung untuk mengharapkan segala sesuatu yang sifatnya instan. Mereka ingin hidup yang serba mudah dan cepat. Sehingga timbul berbagai kendala yang tumbuh dalam diri mereka sendiri. Ketajaman kreativitas bukan semata – mata hasil cetakan sekolah, tetapi berawal dari diri sendiri. Berpikir kritis, merupakan upaya filter yang diperlukan oleh dirinya sendiri sebagai seorang individu dalam menyaring semua informasi, bila tidak ada sikap kritis, maka dipastikan ia hanya akan menjadi seorang “pengikut”, dan bukannya menjadi seorang “pemimpin”. The Founding Father, para tokoh pemimpin kita terdahulu, telah mengukir sejarah bangsa yang hebat di mata dunia. Mengangkat Indonesia menjadi sebuah bangsa besar di kancah internasional. Dan tongkat estafet ittu kini ada di tangan para generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional, kita diajak untuk lebih menyadari peran kita masing – masing agar mau bergotong royong dalam mempersiapkan jalan menuju masa depan bangsa yang lebih baik. Memberikan bekal keterampilan utuh bagi anak – anak penerus bangsa, dan menjadi bagian dalam masyarakat yang juga terdidik dan tercerahkan. Selamat Hari Pendidikan Nasional.

 
 


Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/theresiasri/nyalakan-pelita-terangkan-cita-cita_57267e39ec9673e30d70498c
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei. Pada tahun 2016 ini, peringatan Hardiknas dilangsungkan selama satu bulan penuh yang diisi dengan berbagai agenda kegiatan. Sehingga bulan Mei 2016 disebut sebagai Bulan Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Bpk. Anies Baswedan, Ph. D pada pidato Hari Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei 2016, yang mengambil tema “Nyalakan Pelita Terangkan Cita – Cita”

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/theresiasri/nyalakan-pelita-terangkan-cita-cita_57267e39ec9673e30d70498c


Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/theresiasri/nyalakan-pelita-terangkan-cita-cita_57267e39ec9673e30d70498c